Wednesday, 15 December 2010

“Visa ituh….” Boody Backpacker menjawab.


Selain harus memiliki paspor, kita juga harus memiliki visa untuk bepergian ke luar negeri (untuk Negara-negara tertentu). Visa itu beda loh sama paspor. Visa itu sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh negara yang memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Visa biasanya berbentuk stiker yang ditempel di halaman dalam paspor.
Visa ini juga ada macem-macem. Ada visa kerja, visa belajar, visa wisata, visa kebudayaan, de el el. Kalo mau buat backpackeran sih biasanya cuma pake visa kunjungan wisata.
Tapi, tidak semua Negara yang kita kunjungin (untuk orang Indonesia) mewajibkan kita memiliki visa. Ada beberapa Negara yang memberikan bebas visa kepada orang Indonesia, ada juga yang Cuma mewajibkan punya visa pas nyampe Negara tujuan yang disebut visa on arrival.
Untuk memasuki Negara-negara maju, pada umumnya kita harus mengurus visa jauh2 hari sebelum kita berangkat ke Negara tersebut. Caranya, mengajukan permohonan visa ke kantor kedutaan negera yang mau kita kunjungin. Setiap Negara melalui kedutaannya punya kebijakan yang berbeda dalam hal pemberian visa. Makanya, sebelum apply visa, ada baiknya kita menghubungi keduataan besar Negara tersebut untuk mengetahui syarat dan dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan visa.
Sepengalaman saya sih paling ribet kalo harus ngurus visa ke Negara-negara Eropa. Syaratnya lumayan banyak dan sedikit repot. Apalagi kalo ngurus visa ke Amerika Serikat. Kadang-kadang orang harus gigit jari karena aplikasi visa mereka ditolak.
Dokumen utama yang perlu dilampirkan dalam permohonan visa kita adalah: paspor, foto 4x6, print out bookingan tiket pesawat, asuransi perjalanan, surat rekomendasi dari tempat kerja atau kampus, surat sponsor dari luar negeri (kalau ada), rekening Koran, bukti pembayaran permohonan visa dan akte kelahiran. Tapi setiap Negara punya kebijakan tersendiri, jadi kadang kala kita harus melampirkan dokumen lain sesuai dengan peraturan mereka.
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Visa.jpg
Perlu diingat bahwa, kalau kita mengajukan permohonan visa, ada kemungkinan permohonan visa kita akan ditolak. Hal itu bisa karena banyak kemungkinan, contohnya dokumen kita tidak lengkap atau kita emang sudah dalam daftar black list di Negara tertentu. Jadi sebelum visa kita dapatkan, jangan pernah beli tiket pesawatnya dulu.

“Paspor ituh….” Boody Backpacker menjawab.

Buat yang mau ke luar negeri untuk pertama kalinya, membuat paspor adalah hal wajib yang pertama kali harus dilakukan. Solanya, tanpa paspor ita gak bakal bisa ke luar negeri. Masih bingung pasport itu apa dan cara mendapatkan paspor? Ayo baca terus sampe abisss.

Paspor (passport) itu adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Hampir sama kayak KTP sih fungsinya. Tapi bentuknya sangat jauh berbeda.
www.wartakota.co.id
Paspor berisi biodata pemegangnya, yang meliputi antara lain, foto pemegang, tanda tangan kita, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan dan kadang-kadang juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual.
Jenis-jenis paspor juga beda-beda. Ada paspor biasa, paspor diplomatic, paspor dinas, paspor orang asing, dan paspor kelompok. Untuk informasi detail jenis-jenis paspor ini, silahka klik disini.
Untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, cukup dengan memiliki paspor biasa. Di Indonesia paspor ini diberi sampul berwarna hijau dan dikeluarkan oleh Ditjen Keimigrasian, Departemen Hukum dan HAM. Jadi kalau pengen bikin paspor, silahkan mendatangi kantor imigrasi di kota tempat tinggal masing-masing.
Banyak orang yang nanya apakah bisa membuat paspor dikota yang berbeda dengan tempat asal kita? Jawabannya bisa banget. Pertama kali saya bikin paspor, saya bikinnya di kota yang bukan daerah asal saya. Jadi buat para mahasiswa yang lagi kuliah di luar kota, gak usah repot-repot buat pulang kampong cumin buat ngurus paspor. Yang penting dokumen-dokumennya lengkap dan asli, paspor udah bisa diurus.
Buat menyakinkan lagi nih kalo udah ada peraturannya. “Warga negara RI bisa bikin SPRI (Surat Perjalanan RepublikIndonesia/paspor) di Kantor Imigrasi seluruh Indonesia tanpa terikat oleh bukti domisili yang tertera di dalam Kartu Tkita Penduduk (KTP)”  Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.08-IZ.03.10 Tahun 2006 pada tanggal 31 Agustus 2006, yang diberlakukan sejak tanggal 1 September 2006.


Syarat dan Prosedur Pembuatan Paspor
Saya sarankan buat ngurus paspor sendiri tanpa menggunakan biro jasa atau calo. Kenapa gitu? karena mengurus paspor sendiri lebih menghemat biaya dan juga kita bakal pasti bagimana prosesnya. Nah, simak beberapa hal penting yang harus kita ketehui sebelum mengurus atau bikin paspor berikut ini:
1.    Di kantor imigrasi ambil formulir. Isi secara lengkap dan lampirkan dokumen sbb :
* KTP asli dan fotokopi
* Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi
* Akte Kelahiran asli dan fotokopi
* Surat Sponsor / surat keterangan / surat rekomendasi dari tempat kerja / kampus
* Meterai Rp.6000,-
* Akte Nikah (bila sudah menikah tentunya, kalo belum nikah jangan pake punya orang)
* Surat WNI/SKKRI/SBKRI untuk yang punya
* Ijazah terakhir

2.    Seluruh berkas di atas dimasukan ke map yg dibeli di kantor imigrasi dan serahkan ke loket pendaftaran paspor. Di loket ini kita akan dicek kelengkapan dokumen dan ditanya motivasi pembuatan paspor. Jawab aja apa adanya. Nah setelah penyerahan berkas, kita akan mendapat struk / slip berisi data singkat dan tgl kapan kita harus kembali buat foto, wawancara, dan pengambilan paspor.

Biaya Paspor yg resmi sebesar Rp.270.000 dengan perincian : Rp.200.000 utk buku paspor 48 lembar, 55.000 utk Photo Biometric, 15.000 utk sidik jari. Plus biaya tambahan Rp.6000 utk meterai dan Rp.5.000 – Rp.10.000 utk map ( biaya pasnya tergantung kantor imigrasi, ada yg narik 5 ribu ada yg minta 10 ribu rupiah untuk harga map (yg notabene adalah gratis katanya).

Nah, ayo mulai langkah awal perjalanan kita. Buruan bikin paspor. Jangan bikinnya pas kepepet. Selamat mencoba!!

10 Negara Paling Tidak Sehat Untuk Dikunjungi Turis

Katanya sih salah satu tujuan wisata yang terkenal kumuh adalah India. Tapi meskipun begitu, jumlah turis yang jatuh sakit saat mengunjungi negara ini masih kalah banyak dari Mesir yang baru-baru ini dinobatkan sebagai negara paling tidak sehat untuk dikunjungi.
Statistik yang dirilis oleh Health Protection Agency (HPA) di Inggris menunjukkan 82 dari 100.000 wisatawan yang berkunjung ke Mesir mengalami gangguan pencernaan. Angka ini tercatat paling tinggi di antara negara-negara tujuan wisata terpopuler di seluruh dunia. Wooow…!!!
India yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling kumuh di dunia dan banyak mengalami wabah penyakit, justru hanya menempati peringkat ke-2. Dari 100.000 kunjungan wisatawan ke negara tersebut, hanya 65 orang yang mengalami gangguan pencernaan terutama diare.
Negara-negara tersebut menempati 2 posisi teratas dalam daftar 10 negara paling tidak sehat untuk dikunjungi yang dirilis oleh HPA. Peringkat itu disusun berdasarkan 24.322 laporan kasus infeksi saluran pencernaan yang dialami turis Inggris antara tahun 2004-2008.
Dalam rilis tersebut juga dikatakan, hampir 50 persen infeksi yang dialami para turis disebabkan oleh bakteri salmonella. Jenis bakteri ini paling sering ditularkan di restoran-restoran dan kolam renang yang tidak bersih atau kurang higienis.
Dikutip dari HPA.org, Rabu (15/12/2010), berikut ini daftar lengkap 10 negara paling sering menyebabkan turis mengalami sakit perut.
Negara
Rasio Infeksi per 100.000 Kunjungan Turis
Mesir
81,92
India
64,85
Thailand
64,50
Pakistan
60,16
Maroko
40,32
Kenya
40,10
Tunisia
34,39
Karibia
27,60
Meksiko
13,39
Republik Malta
8,59
Republik Siprus
6,50

Selain membuat daftar 10 negara paling tidak sehat, HPA juga menggolongkan daerah-daerah tujuan wisata ke dalam 3 kategori berdasarkan tingkat risiko penularan penyakit. Ketiga kategori yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  1. Risiko rendah: Eropa barat, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia dan New Zealand
  2. Risiko sedang: Eropa selatan, Israel, Afrika Selatan, negara-negara di Laut Pasifik dan Kepulauan Karibia
  3. Risiko tinggi: Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dan sebagian besar negara di benua Asia.

Untung Indonesia gak ada dalam daftar di atas. Tapi sapa tau aja kita berada di peringkat 11. Who knows!!!! Tapi yang paling penting sih, setiap kali traveling, kita jangan lupa bawa obat-obatan dan selalu menjaga kebersihan diri kita. Ingat, backpacker juga harus bersih, jangan jorok ya!!


Artikel di atas diambil dari detikHealth

Friday, 3 December 2010

“Cara memanfaatkan lakban selama perjalanan itu …” Boody Backpacker menjawab.

Sebagai seorang backpacker, kita perlu membiasakan diri bepergian tanpa segala fasilitas rumah. Hal ini sangat penting untuk melatih kemandirian dan kreatifitas kita sebagai seoarng backpacker.

Salah satu alat yang ajaib dan sangat berguna bagi para backpacker adalah lakban. Banyak backpacker yang senantiasa membawa benda ini kemana pun mereka pergi. Jangan kira lakban itu Cuma berguna buat tukang foto kopi dan jilid skripsi. Ternyata banyak loh manfaat dari lakban itu.

Berikut ini ada beberapa manfaat lain dari lakban saat kita sedang traveling. Cekidot!

1. Menjaga badan agar tetap hangat
Lakban dapat digunakan sebagai insulator dan penahan udara. Biasanya kalo kita bepergian pada saat winter, lakban ini sangat berguna untuk membantu kita menahan dinginnya udara. Banyak orang yang menemperi pakaian mereka dengan lakban agar anger kencang dan udara dingin tidak tembus langsung ke dalam tubuh kita. Tips ini biasanya diamalkan oleh para pemain ski di daerah yang bercuaca ekstrim.

2. Perban luka:
Kalo dalam perjalan kita kena luka sobek, lakban ternyata efektif juga menjadi salah satu alat P3K. Ambil aja tissue toilet dan letakkan di atas luka kita (tentunya pake cairan antibiotic biar aman). Abis itu, balut deh pake lakban biar mantep lengket di kulit kita. Biar lukanya aman gitu! 

3. Menambal barang-barang sobek
Nah, semisal ada barang2 kita yang sobek, misalnya tas, kita bisa pake lakban untuk nutupin sobek di barang2 kita. Daya rekat lakban yang kuat sangat membantu untuk hal-hal yang urgen kayak gitu. Apalagi pada saat kita camping, lakban bisa digunakan untuk menambal tenda-tenda yang rawan sobek.

4. Mencegah lepuh:
Kalo kita berjalan kaki dalam waktu yang lama, kadang2 ujung jari kaki kita mengalami lecet yang nantinya bisa bikin kulit kita melepuh. Atau lutut kita yang lecet gara-gara kebanyakan jalan atau ngayuh sepeda. Buat mencegah hal tersebut terjadi, lakban bisa diandalkan untuk mencegah kulit kaki kita dari gesekan dalam sepatu. Gak enak kan kalo harus backpackeran dengan kaki melepuh! 
5.  Alas kaki tahan air:
Kadang dalam perjalanan kita harus melalui tempat berlumpur atau kondisi basah. Bungkus aja sepatu kita dengan lakban untuk menjaga kaki kita biar tetap kering dan sepatu kita bisa menjadi tetep relatif bersih.

6. Jadi alat pengaman
Dalam kondisi yang gawat darurat, kita bisa menggunakan lakban untuk mengamankan uang dan dokumen penting lainnya. Apalagi kalo kita melewati daerah yang rawan copet. Lakban bisa diandalkan untuk membantu kita mengamankan barang2 kita. Coba deh bungkus uang dan passport kita dalam pelastik trus tempelkan ke badan kita dengan lakban. Jadinya kayak tas pinggang itu loh, tapi ini akan lebih tipis dan tak bisa dideteksi oleh sang copet.

7. Alat pengaman bagasi
Untuk mengamankan tas bagasi kita, gak ada salahnya juga kita melilitkan lakban di backpack kita biar gak gampag dibuka oleh orang. Pilihlah lakban yang kualitasnya bagus supaya tidak meninggalkan bekas kalo direkatkan di tas kita.

8. Membuat string atau tali:
Dengan hanya lakban lipat vertikal (menghubungkan sisi lengket) kita bisa secara efektif membuat tali. Kadang kala kan kita butuh tali buat jemuran atao apa pun itu, lakban yang disambung-sambung dari dieratkan bersama ini bisa menjadi alternative pengganti tali pada saat kita camping atau dalam perjalanan backpacking.

Tips lengkapnya bisa dibaca di sini




Tuesday, 23 November 2010

“Backpacking itu….” Boody Backpacker menjawab

Saat ini pastinya telinga kita sudah familiar dengan kata Backpacking, khususnya buat para anak muda jaman sekarang, backpacking merupakan hobi baru yang menyenangkan. Namun, kadang banyak orang yang masih bingung ketika ditanya “Apa sih Backpacking itu?”. Macem-macemlah jawaban yang muncul. Ada yang bilang backpacking itu jalan-jalan ke mall (itu mah shopping), nonton di bioskop luar kota dan hang out di kafe (kalo itu nangkring), malah ada juga yang bilang kalo backpacking itu bepergian dari Jakarta ke Papua dengan modal Rp. 10.000 (kalo ini namanya bunuh diri!).
rl-backpacking
Setelah baca-baca artikel dan nanya kiri-kanan, menurut Boody Backpacker, backpacking itu sebuah cara bepergian secara mandiri dengan budget yang minimal tapi mencukupi dan dengan tas punggung yang berisikan barang-barang simple untuk kebutuhan selama dalam perjalanan. Namanya juga backpacking, berarti harus bawa back pack (tas punggung). Kalau orang yang backpackingan disebut backpacker. Kalo mau liat Backpacker itu kayak gimana bentuknya, datang aja ke Jalan Jaksa di Jakarta atau di Jalan Sosrowijayan di Yogyakarta, pasti ketemu banyak Backpacker pada bertebaran.
Kalo Wikipedia sih bilangnya kayak gini: “Backpacking is a term that has historically been used to denote a form of low-cost, independent international travel. Terms such as independent travel and/or budget travel are often used interchangeably with backpacking. The factors that traditionally differentiate backpacking from other forms of tourism include but are not limited to the following: use of public transport as a means of travel, preference of youth hostels to traditional hotels, length of the trip vs. conventional vacations, use of a backpack, an interest in meeting the locals as well as seeing the sights” 
Kalo baca definisi backpacking menurut Wikipedia, bedanya backpacking dengan cara bepergian lainnya bisa dilihat dari penggunaan alat transportasi, akomodasi, barang bawaan, dan budget. Makanya backpacker gak sama dengan turis meskipun mereka sama-sama bertujuan untuk jalan-jalan. Backpacker akan lebih memilih jalan-jalan dengan menggunakan transportasi umum yang murah tapi nyaman secara independen (angkot, bisa, kereta api, atau pesawat) dan gak pake travel agent yang siap ngatar kemana-mana, tinggal di hostel, motel, atau penginapan, membawa barang-barang yang praktis, multifungsi, dan gak ngerepotin dalam tas punggung gede, bukan pake koper, dan tentunya dengan budget yang hemat. Tapi harus diingat, menjadi backpacker itu gak harus tersiksa dengan budget yang minimal. Seorang backpacker harus kreatif dalam menggunakan budget yang minimal tapi masih bisa bersenang-senang. Jangan sama dengan kebanyakan orang yang rela gak makan berhari-hari dan tidur di jalan hanya karena ingin keren disebut backpacker tapi malah jadi gelandangan. Jalan-jalan kan buat senang-senang bukan buat sengsara.
Dalam hal kepuasan, gak usah ditanya lagi. Selama backpacking, pasti akan menemukan pengalaman baru yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan jalan-jalan ditemenin agen perjalanan. Backpacker pastinya bebas menggunakan waktunya untuk kemana saja yang dia mau untuk mengeksplor suatu tempat wisata, gak kayak turis yang diatur-atur sama sang agen perjalan. Kasian deh lo! Abis backpackingan sekali dijamin deh bakal pengen lagi.



Sejarah singkat Backpacking
Karena backpacking itu berasal dari Bahasa Inggris, makanya backpacking itu awal mulanya berkembang di Amerika Serikat pada masa pergerakan kaum muda yang disebut Hippie Trail sekitar tahun 1960. Anak-anak muda ini pada bepergian ke Eropa dan Asia, khususnya India dan Nepal, untuk sekedar jalan-jalan dengan biaya seminimal mungkin. Pada saat itu juga berkembang istilah hitchhiking yang artinya numpang mobil di tengah jalan dengan modal ngacungin jempol doang. Keren gak tuh! Sejak saat itu, bepergian dengan budget yang murah kayak gini berkembang pesat dan kemudian disebut backpacking yang sangat popular di Indonesia sejak awal tahun 2000an.
Seiring dengan menjamurnya gaya hidup baru ini, muncullah juga istilah-istilah lain selain backpacking. Ada yang disebut flashpacking, gap-packing, ultralight backpacking, dan lain sebagainya. Apa pula itu??? Kalo mau tahu apa aja istilah-istilah itu. Silahkan temukan di artikel selanjutnya!
Nah, kalau udah pada tau apa itu backpacking, apa ada yang tertarik menggeluti hobi popular ini?? Boody Backpacker siap membantu dan nemenin jalan-jalan.

“Barang Bawaan Saat Backpackingan itu…” Boody Backpacker menjawab.

Sebagai seorang backpacker, sudah wajib hukumnya kita membawa barang yang tidak terlalu banyak dan merepotkan. Soalnya nanti bisa bikin sengsara di jalan! Untuk itu seorang backpacker harus bisa memilih dengan cermat barang apa saja yang sebaiknya dibawa saat bepergian, terutama bepergian yang memakan waktu yang cukup lama dan jauh.

Berikut ini adalah beberapa barang yang Boody biasa bawa saat backpackeran. Pkoknya disarankan ada di dalam backpack kita.

1.    Pakaian ganti.
Kalo ini sih udah jelas banget ya harus bawa. Masak mau pakai baju yang nempel di badan doang untuk beberapa hari. Backpacker itu harus bersih biar gak sakit. Juga biar bisa dapat gandengan juga kalo lagi traveling sendirian, hehhe. Tapi usahan pakaian yang dibawa adalah pakaian2 yang sesuai karakter cuaca di tempat tujuan kita. Kalo winter ya harus bawa pakaian yang tebal dan juga pakaian ketat (manset, legging) buat nahan dingin. Kalo pas musim panas, bawalah pakaian yang berbahan ringan biar gak kepanasan. Tidak direkomendasikan untuk membawa jins, karena itu bikin berat back pack kita. Apalagi kalo harus dicuci bakal lama keringnya. Celana pendek atau celana lapangan kudu dibawa juga. Jangan lupa juga bawa pakaian dalam. Lebih enak sih kalo bawa disposal underwear (panty) jadi gak usah repot nyuci kalo pakaian dalam kita terbatas.

2.  Dokumen perjalanan
Kalo gak bawa ini nih bisa gawat darurat! Pkoknya jangan sampe deh lupa bawa dokumen perjalan kita. Contohnya: passport, KTP, asuransi perjalanan, tiket pesawat, dan lain sebagainya. Sebaiknya barang-barang penting ini jangan dimasukin di dalam back pack kita, tapi disimpan di tas kecil yang senantiasa kita bawa kemana-mana. Sebaiknya sebelum berangkat, dokumen2 tersebut dicopy dulu biar jaga2 kalo sampe ilang. Kan repot kalo gak punya kopiannya!

3.    Toiletries/Peralatan mandi
Biar gak repot, bawalah peralatan mandi secukupnya saja. Pasta gigi, sikat gigi, shampoo, dan sabun cair adalah wajib dibawa. Jangan lupa bawa handuk juga. Kebanyak packpacker sih bawa handuk yang mirip kanebo (yang biasanya buat ngelap mobil motor/motor). Alasanya sih udah jelas, biar lebih praktis dan gak usah repot-repot dijemur abis dipakai. Tapi kalau mau bawa handuk biasa, bawalah handuk ukuran kecil.
Sehabis mandi juga harusnya kita pakai pewangi badan (deodorant/parfume), body lotion, dan lip balm. Gak usah keki bawa barang2 gituan. Ini untuk kebaikan kita juga kok. Backpacker kan harus wangi juga. Lotion dan lip balm bisa mencegah dari kulit kering dan bibir pecah-pecah saat jalan-jalan. Apalagi kalo saat musim dingin. Kedua barang ini sangat berguna.

4.    Gadget
Untuk mengabadikan moment perjalanan kita, jangan lupa bawa kamera digital. Pastika memorinya masih banyak. Kalo perlu bawa memori cadangan. Pastikan juga bawa battery yang bisa di-charge. Untuk itu jangan lupa bawa charger battery.
Charger hand phone juga jangan sampai ketinggalan. Usahakan handphone kita selalu hidup biar bisa menghubungi siapa saja saat kita dalam keadaan emergency.
Biar gak bosan dalam perjalanan, khususnya saat naik kereta atau bis, bawalah mp3 player yang berisi lagu2 kesayangan kita biar perjalanan kita lebih ceria.
Gak usah bawa laptop kalo lagi backpackeran. Sudah pasti kita akan kerepotan jagain biar gak dicuri atau rusak ketumpuk barang2 lainnya. Mending bawa hard-disk external aja untuk menyimpan dokumen2 dalam bentuk soft copy dan nyimpan foto.
Yang paling penting nih, bawa adaptor (colokan) listrik yang berkaki tiga. Apalagi kalo di luar negeri, semua colokannya punya tiga bolongan soalnya. Kalo gak ini kan kita gak bisa charge handphone, ipod, dan barang elektronik lainnya.

5.    Sendal jepit
Sendal jepit dipakai saat kita ke kamar mandi. Biasanya backpacker kan nginap di hostel yang gak nyediain sandal kayak di hotel mewah. Nah, biar nyaman saat ke kamar mandi, sandal jepitnya jangan sampi ketinggalan.

6.    Sarung, matras, dan sleeping bag
Selain dipakai buat sholat bagi yang muslim, sarung ini juga punya banyak fungsi. Dalam keadaan emergency, sarung ini bisa dipakai sebagai selimut, seprei, atau alas. Tapi kalo emang sarungnya mau dipakai beribadah, bawa aja 2 sarung. Satu buat sholat satunya lagi buat yang lainnya. Sarung bali juga oke tuh dibawa.
Tapi kalao tipe perjalanan kita sedikit outdoor, jangan lupa bawa sleeping bag dan matras biar tidurnya lebih nyaman.

7.    Bantal leher
Nah, bantal leher ini sangat berguna banget kalo kita lagi perjalanan jauh naik bisa, kereta, atau pesawat. Biar lehernya gak tegang dan biar bisa tidur pulas, bawa aja bantal leher. Sebaiknya bawa bantal leher yang bisa diisi udara sendiri, biar praktis.

8.    Pisau multifungsi

Jangan dikira bawa pisau trus kita mau masak-masaka. Gak bok! Pisau multifungsi ini bisa dipakai dalam segala keadaan karena memiliki mata pisau yang punya fungsi masing2. Bisa buat motong2, buka tutup botol soda dan wine, dan lain2. Pkoknya berguna banget dah!

9.    Lakban
Percaya gak percaya, lakban ini banyak fungsinya loh. Kalo di Negara-negara yang bersuhu dingin, biasanya orang-orang memakai lakban untuk menahan dingin. Kayaknya sih bisa dipake buat nge-wax bulu kaki juga, hhehee. Tapi yang jelas, lakban sangat membantu pada saat ada barang bawaan kita yang rusak atau sobek.

10. Lain-lain
Barang lain yang disarankan untuk dibawa adalah buku catatan kecil dan pulpen buat nulis diary, botol minuman, topi, slayer, sun glasses, paying/jas hujan, obat pribadi (balsam, minyak angin, dll), dan saos sambal kemaan sachet bagi yang suka dengan makanan pedas.

Kalo semua hal diatas sudah dipenuhi dan lengkap, artinya kita sudah siap berangkat. Tapi sebelum berangkat pastikan bahwa kondisi kesehatan kita dalam keadaan baik, jangan dipaksa untuk melakukan kegiatan berat sebelum memulai perjalanan kita, karena badan bisa lelah dan gaksemangat saat traveling.

Kalau ada barang2 lain yang direkomendasikan untuk dibawa saat traveling, silahkan dishare ya! Mari traveling bersama Boody Backpacker!

Monday, 22 November 2010

“Enaknya backpackeran itu…” Boody Backpacker menjawab

Pasti kita pada sering nanya kan, kenapa sih orang pada backpackeran?? Tanpa cari tahu jawabannya, pasti banyak orang yang menganggap remeh aktifitas ini. Dibilang buang-buang duit lah, gak ada kerjaan lah, dan seabrek tuduhan-tudahan nan keji kepada para backpacker. Pada belum nyoba aja sih, jadi belum tau rasanya backpackingan.
“Enaknya backpackingan itu enak bangeeeeetz,” Salah satu temen jawabnya kayak gitu. Ada lagi yang jawab, “Wah..bikin ketagihan pokoknya” Kalau Boody Backpacker sih hamper sama kayak yang lain. Enaknya itu selangit..lebih malah!! Hahah (Lebay yaaa??) Cobain aja kalo gak percaya!
Berdasarkan pengalaman banyak backpacker, manafaat dari backpacking itu:
1.    Selalu memberikan pengalaman baru dan seru
Percaya deh! Backpackingan itu selalu memberikan kita hal-hal baru yang gak bisa didapat dari jalan-jalan biasanya, selalu saja ada surprise yang menjadikan perjalan itu tak terlupakan. Seperti yang saya alami sewaktu di Kamboja. Waktu itu saya backpackingan sendirian. Sewaktu jalan-jalan di Siem Riep mengunjungi Angkor Wat, saya diberi tumpangan gratis sama orang lokal yang saya temui di jalan dengan syarat saya harus nyanyi sepanjang perjalanan. Karena emang saya hobi nyanyi, maka bernyanyilah saya sepanjang perjalanan ke salah satu candi di kawasan Angkor Wat. Bisa hemat duit deh jadinya!
2.    Banyak teman baru
Setiap kali saya backpackingan, pasti selalu dapat teman baru, baik itu orang asing atau pun penduduk lokal. Lumayanlah buat nambah-nambah koneksi. Gak jarang juga yang berawal dari teman trus lanjut menjadi pacar. Biasanya para backpacker ini bertemu di hostel atau pun di tempat-tempat wisata. Jadi kalo masih pada jomblo, buruan aja backpackingan. Pulang-pulang bisa dapat pacar loh. Terserah deh, bisa dapat lokal atau pun internasional, hehhe. Jadi jangan takut kalo backapckingan sendirian ya!
3.    Memperluas wawasan
Semakin banyak kita mengunjungi daerah lain, semakin luas wawasan kita tentang dunia ini. Backpacking memberikan pelajaran yang banyak kepada kita mengenai budaya suatu daerah, karakter orang-orang, bahasa, dan wawasan lainnya yang gak didapat di bangku sekolah.
4.    Mengembangkan diri
Dengan banyaknya hal-hal baru yang kita temui dalam perjalanan kita, maka semakin banyak juga pengalaman yang kita peroleh yang membentuk dan mengasah kemampuan kita menghadapi hal-hal baru tersebut. Kendala yang dirasakan dalam perjalan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi masalah sehari-hari. Perbedaan yang kita peroleh sewaktu kita backpacking ke luar ke luar negeri akan membuat kita semakin open-minded, percaya diri dengan diri kita, dan semakin bangga akan budaya dan bangsa kita sendiri. Kita juga akan mendapatkan banyak pelajaran hidup dari orang-orang yang kita temui dalam perjalanan kita. Dijamin!
5.    Bikin badan dan pikiran lebih sehat
Gak usah takut terkena osteoporosis atau rematik kalau sudah jadi backpacker. Gak bakalan kena deh penyakit-penyakit kayak gituan keculai kalo emang udah kena. Backpacker yang sering mengandalkan kaki untuk bepergian pastinya akan melatih otot-otot badan, apalagi kalo bawa backpack 100 liter. Bisa kekar tuh badan dari ujung rambut sampe ujung jempol kaki. Selain itu, tempat-tempat yang kita kunjungi dan hal-hal baru yang kita dapatkan akan selalu menyegarkan pikiran. Coba deh liat backpacker di jalan-jalan, rata-rata pasti badannya sexy, tegap, dan bertotot. Ya kan??
6.    Membuat karakter untuk rajin menabung
Boleh dibilang ini akan menjadi efek samping yang sangat positif kalo kita abis backpackeran. Karena ketagihan jalan-jalan, makanya kita akan terdorong untuk sering-sering menyisihkan duit jajan untuk dipake backpackeran nantinya. Kita juga akan semakin bijak kalo mau belanja baik ketika sedang backpacking atau tidak. Pengeluaran kita akan semakin terkendali dengan perhitungan dan pemikiran yang cermat.

Ternyata backpacker banyak enaknya kan? Udah pada tertarik belum nih memulai perjalanan backpackingnya? apa Boody Backpacker siap membantu dan nemenin jalan-jalan.